ENOK, – Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Babinsa Desa Pengalihan dari Koramil 02/Tanah Merah (TM), Serda Niko Arisandi, melaksanakan patroli rutin di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok. Patroli ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan yang lebih intensif terhadap ancaman karhutla, mengingat wilayah ini kerap menjadi titik rawan kebakaran di musim kemarau. Sabtu (5/4/2025).

 

Patroli yang dilakukan oleh Serda Niko Arisandi ini meliputi pemantauan langsung di beberapa titik di Desa Pengalihan, dengan koordinat tepat di -0°51’58″S 103°59’36″E, yang dikenal sebagai kawasan dengan potensi kebakaran tinggi. Selain itu, patroli ini juga melibatkan personil gabungan dari berbagai instansi, meskipun kali ini, TNI mengerahkan satu orang anggota sebagai petugas yang melakukan pemantauan langsung di lapangan.

 

Karhutla menjadi salah satu masalah serius yang mengancam wilayah Sumatera, khususnya Kabupaten Inhil, setiap tahunnya. Dengan datangnya musim kemarau yang panjang, potensi kebakaran lahan yang ditimbulkan oleh aktivitas pembakaran hutan untuk pembukaan lahan semakin tinggi. Oleh karena itu, patroli ini sangat penting untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang dapat berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar, terutama dari kabut asap yang bisa mengganggu pernapasan.

 

“Patroli ini merupakan upaya kami untuk memastikan tidak ada titik api yang dapat membesar menjadi kebakaran. Kami bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat merugikan warga sekitar,” ujar Serda Niko Arisandi.

 

Setelah melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, hasil patroli menunjukkan kabar baik, yakni tidak ditemukan adanya titik api atau kebakaran di area yang diperiksa. Pihak TNI yang bekerja sama dengan masyarakat dan pihak terkait lainnya berharap, upaya pencegahan melalui patroli rutin ini dapat terus berjalan dengan maksimal agar karhutla tidak terjadi dan merusak lingkungan.

 

Serda Niko menambahkan, “Kami akan terus melaksanakan patroli ini secara berkala dan bekerja sama dengan masyarakat setempat. Kami juga mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain membahayakan lingkungan, hal tersebut juga melanggar hukum.”

 

Patroli ini tidak hanya menjadi tugas TNI semata, tetapi juga melibatkan banyak pihak dalam penanggulangan karhutla, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan instansi terkait lainnya. TNI, dalam hal ini, berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan serta memberikan sosialisasi mengenai cara-cara aman dalam membuka lahan tanpa membakar.

 

Selain itu, Serda Niko mengungkapkan bahwa pihaknya selalu siap siaga dalam mengatasi potensi kebakaran, dengan meningkatkan kewaspadaan di berbagai titik rawan dan melibatkan peran serta masyarakat. “Kami berharap masyarakat juga lebih sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tidak hanya untuk kepentingan bersama, tetapi juga untuk kelestarian alam kita,” tambah Serda Niko.

 

TNI, khususnya Koramil 02/TM, memiliki komitmen yang tinggi untuk terus menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Desa Pengalihan dan sekitarnya. Patroli ini bukan hanya sekadar tindakan preventif terhadap kebakaran, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga keamanan masyarakat dari segala bentuk bencana alam yang dapat mengganggu ketenteraman hidup mereka.

 

Ke depannya, TNI akan terus melakukan kegiatan patroli secara berkala, serta melakukan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memastikan lingkungan tetap aman, sehat, dan bebas dari ancaman kebakaran.

 

Dengan dilakukannya patroli ini, diharapkan wilayah Desa Pengalihan dan sekitarnya dapat terbebas dari ancaman kebakaran hutan, serta masyarakat lebih peka terhadap pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang.

 

Previous articleStrategi Gaya Hidup Bebas Finansial Sebelum Usia 40 Tahun